Iran memberikan izin kepada kapal tanker dan kapal berbendera Malaysia untuk melintasi Selat Hormuz. Kebijakan ini disampaikan oleh Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, setelah adanya komunikasi langsung antara pemerintah Malaysia dan Iran terkait akses pelayaran di kawasan tersebut.
Dalam keterangannya, Anwar Ibrahim menjelaskan bahwa izin tersebut diperoleh setelah berlangsungnya pembicaraan dengan sejumlah pemimpin negara di kawasan. Selain Iran, komunikasi juga melibatkan Turki dan Mesir, sebagai bagian dari upaya diplomasi untuk memastikan kelancaran jalur pelayaran bagi kapal Malaysia.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah Iran atas langkah yang diambil, termasuk dalam membantu penyelesaian kapal dan awak Malaysia yang sebelumnya dilaporkan tertahan. Proses tersebut disebut berlangsung melalui koordinasi antarnegara dalam situasi kawasan yang masih sensitif.
Kebijakan ini terjadi di tengah kondisi Selat Hormuz yang masih mengalami pembatasan akses. Iran disebut hanya mengizinkan kapal dari negara tertentu untuk melintas, sesuai dengan kebijakan yang diterapkan di tengah situasi keamanan kawasan.
Selat Hormuz sendiri merupakan salah satu jalur pelayaran paling penting di dunia, terutama untuk distribusi minyak global. Hingga saat ini, kondisi di jalur tersebut masih berada dalam pengawasan ketat seiring dinamika geopolitik yang berlangsung di kawasan Timur Tengah.
#Iran #Malaysia #selathormuz #beritaterkini #ar_wow



