Harga migas global melonjak tajam setelah terganggunya jalur pelayaran di Selat Hormuz akibat meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah. Selat tersebut merupakan jalur strategis yang menghubungkan Teluk Persia dengan Laut Oman dan menjadi lintasan utama perdagangan energi dunia. Sekitar 20 persen pasokan minyak global melintas melalui jalur ini setiap harinya.
Gangguan terhadap arus kapal tanker memicu kekhawatiran pasar atas potensi terhambatnya distribusi minyak dan gas dari negara-negara produsen utama di kawasan Teluk. Sejumlah operator pelayaran dilaporkan menunda atau membatasi perjalanan melalui wilayah tersebut karena meningkatnya risiko keamanan.
Harga minyak mentah Brent tercatat naik sekitar 7 hingga lebih dari 10 persen dalam beberapa sesi perdagangan setelah eskalasi terjadi, dan sempat mendekati level US$80 per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) juga mengalami kenaikan signifikan pada periode yang sama.
Kenaikan harga tidak hanya terjadi pada minyak mentah. Harga gas alam global turut meningkat, terutama di pasar Eropa, seiring kekhawatiran terhadap kelancaran ekspor dari kawasan Teluk yang sangat bergantung pada jalur Selat Hormuz.
Selain itu, biaya pengiriman dan premi asuransi kapal tanker dilaporkan naik tajam akibat meningkatnya risiko operasional di wilayah tersebut. Kondisi ini menyebabkan volatilitas di pasar energi internasional dalam beberapa hari terakhir, dengan pelaku pasar mencermati perkembangan situasi di kawasan tersebut.
#DonaldTrump #Iran #AS #beritaterkini #infoterkini #ar_wow



