Sebuah kabar menyedihkan datang dari komunitas Muslim di Jepang. Masjid Al Ikhlas yang terletak di kawasan Kabukicho, Tokyo, akan resmi ditutup pada tanggal 30 September 2025. Penutupan ini diumumkan langsung oleh pihak pengelola melalui akun Instagram resmi masjid dan telah mengundang perhatian luas dari masyarakat, khususnya warga Muslim di Jepang.
Keputusan untuk menutup masjid tersebut didasari oleh berakhirnya masa kontrak sewa bangunan yang tidak dapat diperpanjang. Situasi ini memaksa pihak pengelola untuk mengambil langkah berat menutup tempat ibadah yang selama ini menjadi salah satu titik penting bagi umat Muslim di pusat kota Tokyo.
Masjid Al Ikhlas bukanlah masjid biasa. Didirikan sekitar dua dekade lalu oleh seorang warga Indonesia bernama Indrisno Majid, masjid ini tumbuh menjadi simbol kehadiran dan eksistensi komunitas Muslim di tengah kawasan hiburan malam terbesar di Jepang. Meski berada di jantung distrik Kabukicho—yang dikenal dengan gemerlap lampu dan kehidupan malamnya—Masjid Al Ikhlas menjadi oase spiritual yang dihormati dan dijaga keberadaannya.
Memiliki tiga lantai dengan fungsi berbeda, masjid ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan beribadah dengan kenyamanan yang layak. Lantai pertama digunakan sebagai ruang serbaguna, lantai kedua untuk jamaah perempuan, dan lantai ketiga khusus untuk jamaah laki-laki. Setiap lantainya mencerminkan kepedulian terhadap keteraturan dan inklusivitas bagi semua kalangan Muslim yang datang, baik warga lokal maupun wisatawan mancanegara.
Penutupan Masjid Al Ikhlas menandai berakhirnya sebuah era bagi komunitas Muslim di Kabukicho dan Tokyo pada umumnya. Banyak kenangan dan momen kebersamaan yang terbangun di tempat ini, dari shalat berjamaah, kegiatan Ramadan, hingga pertemuan lintas bangsa. Dalam pernyataan terakhirnya, pihak pengelola menyampaikan rasa terima kasih yang dalam atas dukungan umat selama ini, serta mendoakan agar Allah SWT menggantikan masjid ini dengan tempat ibadah yang lebih baik di masa mendatang.
Meski akan kehilangan satu titik ibadah yang bersejarah, semangat solidaritas dan keberagaman di tengah masyarakat Jepang tetap menjadi harapan utama. Komunitas Muslim di Tokyo pun kini dihadapkan pada tantangan baru untuk mencari alternatif lokasi ibadah yang layak demi menjaga keberlangsungan kegiatan spiritual mereka.



