TikTok resmi menonaktifkan fitur siaran langsung (Live) di Indonesia mulai Sabtu malam, 30 Agustus 2025. Langkah ini diambil induk perusahaan TikTok, ByteDance, sebagai respon terhadap meningkatnya kekerasan dalam aksi demonstrasi yang terjadi di beberapa daerah. Sejak malam itu, sejumlah pengguna melaporkan kesulitan mengakses siaran langsung, termasuk munculnya notifikasi gangguan koneksi serta hilangnya kolom pencarian Live.
Menurut keterangan resmi, penonaktifan fitur Live ini dilakukan secara sukarela oleh TikTok dan bukan merupakan arahan dari pemerintah. Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) juga mengonfirmasi bahwa pihaknya menghargai langkah yang diambil TikTok. Komdigi menegaskan bahwa kebijakan tersebut tidak terkait dengan penyensoran konten, melainkan bentuk pengamanan tambahan di tengah situasi yang sedang memanas.
TikTok menjelaskan bahwa penghentian akses Live hanya bersifat sementara dan akan berlangsung selama beberapa hari ke depan. Perusahaan menyampaikan bahwa layanan akan dipulihkan kembali setelah kondisi dinilai aman dan stabil. Data dari situs pemantau Downdetector menunjukkan adanya lonjakan laporan gangguan akses TikTok Live sejak pukul 18.21 WIB pada Sabtu malam, dan jumlah laporan terus meningkat hingga pukul 21.16 WIB.
Selain TikTok, beberapa platform lain juga dilaporkan melakukan penyesuaian pada fitur siaran langsung untuk mencegah penyalahgunaan konten yang berpotensi memicu mobilisasi massa. Hingga saat ini, TikTok masih memantau perkembangan situasi di lapangan dan belum memberikan tanggal pasti kapan fitur Live akan kembali aktif di Indonesia.
#TikTok #BeritaHariIni #BeritaTerkini #Indonesia #infoterkini #beritaviral #infoviral #informasi #ar_wow



