Beberapa hari pada bulan Juli hingga awal Agustus 2025 diperkirakan akan menjadi hari-hari terpendek dalam sejarah pencatatan waktu modern. Rotasi Bumi mengalami percepatan, sehingga durasi satu hari menjadi sedikit lebih pendek dari 24 jam. Tiga hari dengan rotasi tercepat diprediksi terjadi pada 9 Juli, 22 Juli, dan 5 Agustus 2025, dengan selisih waktu sekitar 1,3 hingga 1,5 milidetik lebih singkat dari hari normal.
Fenomena serupa pertama kali tercatat pada 19 Juli 2020, ketika hari tersebut berdurasi lebih pendek dari biasanya. Sejak saat itu, para ilmuwan dari berbagai lembaga seperti International Earth Rotation and Reference Systems Service (IERS), National Institute of Standards and Technology (NIST), serta Moscow State University terus memantau dan menganalisis tren ini. Jika percepatan rotasi Bumi terus berlanjut, dunia kemungkinan besar akan menerapkan konsep negative leap second, yaitu pengurangan satu detik dari waktu resmi internasional—sebuah langkah yang belum pernah dilakukan sebelumnya.
Penyebab pastinya belum sepenuhnya diketahui. Sejumlah hipotesis menyebutkan bahwa pergerakan inti Bumi, mencairnya es di kutub, serta perubahan distribusi massa di laut dan atmosfer dapat menjadi faktor penyebab. Meskipun perubahannya sangat kecil dan tidak terasa dalam kehidupan sehari-hari, dampaknya terhadap presisi sistem waktu global cukup signifikan. Oleh karena itu, fenomena ini menjadi perhatian utama di kalangan ilmuwan dan pengelola sistem waktu dunia.
#RotasiBumi #FaktaSains #EarthRotation#LeapSecond #FenomenaAlam #BeritaTerkini #Information #ar_wow



