MUI, NU, dan Muhammadiyah resmi mendesak pemerintah pusat untuk menetapkan banjir dan longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat awal Desember 2025 sebagai bencana nasional. Bencana ini telah menimbulkan kerusakan besar pada rumah, jalan, jembatan, serta fasilitas publik, dan menyebabkan korban jiwa serta warga hilang.
Bencana ini juga berdampak pada ribuan rumah penduduk yang rusak dari ringan hingga berat. Akses transportasi dan komunikasi di beberapa wilayah terputus akibat infrastruktur yang hancur, sehingga evakuasi dan distribusi bantuan menjadi lebih sulit.
Data per awal Desember 2025 mencatat ratusan korban meninggal dan puluhan warga masih hilang. Banyak keluarga terdampak harus mengungsi dan tinggal di pos pengungsian sementara, dengan kebutuhan logistik darurat seperti makanan, air bersih, dan obat-obatan.
MUI, NU, dan Muhammadiyah menekankan bahwa skala kerusakan dan jumlah korban sudah melebihi kapasitas penanganan pemerintah daerah, sehingga penetapan status bencana nasional diperlukan agar bantuan dapat dikoordinasikan secara lebih luas dan cepat.
Hingga saat ini, pemerintah pusat belum secara resmi menetapkan status bencana nasional untuk ketiga provinsi tersebut. Proses penetapan memerlukan kajian serta laporan resmi dari pemerintah daerah terdampak ke pemerintah pusat.
Organisasi kemanusiaan dan masyarakat setempat terus menyalurkan bantuan darurat, sementara pemerintah daerah bersama TNI dan lembaga terkait melakukan evakuasi warga yang masih terjebak di wilayah terdampak. Bantuan darurat terus berupaya menjangkau daerah yang terisolasi untuk meminimalkan korban lebih lanjut.
#BanjirSumatra #MUI #NU #Muhammadiyah #BeritaTerkini #infoterkini #beritaviral #infoviral #fyp #informasi #ar_wow



