Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) menjajaki kerja sama dengan pengusaha dari China untuk mendukung pemenuhan kebutuhan pangan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kerja sama ini difokuskan pada sektor industri unggas, termasuk produksi telur, ayam, dan susu.
Ketua Umum Kadin, Anindya Bakrie, menyampaikan bahwa kebutuhan telur dalam program MBG mencapai sekitar 24 juta butir per hari. Jika dihitung secara nasional, jumlah tersebut setara dengan lebih dari 700 juta butir telur, seiring dengan luasnya cakupan program yang dijalankan pemerintah di berbagai daerah.
Besarnya kebutuhan tersebut mendorong Kadin untuk membuka peluang kerja sama investasi dengan pihak luar negeri. Pengusaha dari China menjadi salah satu mitra yang dijajaki untuk mendukung pengembangan industri peternakan ayam petelur di Indonesia, terutama dalam meningkatkan kapasitas produksi.
Selain itu, kerja sama ini juga diarahkan pada penguatan hilirisasi industri unggas di dalam negeri. Langkah ini mencakup pengembangan fasilitas produksi, peningkatan populasi ayam petelur, serta pemanfaatan teknologi untuk mendukung efisiensi produksi dan distribusi.
Kadin juga menyoroti kebutuhan di tingkat daerah dalam pelaksanaan program MBG. Sebagai contoh, wilayah Aceh disebut membutuhkan sekitar 600.000 butir telur per hari untuk operasional dapur program tersebut.
Melalui langkah ini, Kadin berupaya memastikan kesiapan pasokan pangan dalam negeri untuk mendukung kelancaran program MBG yang dijalankan secara nasional.
#MBG #Kadin #infoterkini #beritaterkini #ar_wow



