Gelombang protes yang dipimpin generasi muda di Nepal melahirkan fenomena politik digital yang tidak biasa. Gen Z menggunakan aplikasi Discord untuk menggelar jajak pendapat mengenai calon perdana menteri baru.
Menurut laporan media internasional, lebih dari 130.000 anggota bergabung dalam server Discord yang dibuat kelompok pemrotes Youth Against Corruption. Hasil voting tersebut menempatkan mantan Ketua Mahkamah Agung, Sushila Karki, sebagai calon perdana menteri pilihan.
Fenomena ini muncul setelah pemerintah Nepal memberlakukan larangan terhadap sekitar 26 aplikasi media sosial. Keputusan tersebut memicu protes besar-besaran, dengan generasi muda turun ke jalan menuntut perubahan politik dan transparansi. Presiden Ram Chandra Paudel serta Kepala Angkatan Darat Nepal dikabarkan telah menerima masukan dari kelompok pemrotes terkait hasil jajak pendapat ini.
Pemilu nasional Nepal dijadwalkan berlangsung pada 5 Maret 2026. Voting melalui Discord ini masih bersifat informal dan tidak menggantikan mekanisme resmi negara. Meski demikian, langkah ini menjadi sorotan internasional karena memperlihatkan peran teknologi digital dalam dinamika politik Nepal.
#Nepal #GenZ #Discord #BeritaTerkini #infoterkini #beritaviral #infoviral #informasi #ar_wow



