Sebuah proyek konstruksi di Kota Jinan menarik perhatian publik setelah ditutupi dengan kubah tiup berukuran raksasa. Struktur yang menjulang setinggi 50 meter dan mencakup area 20 ribu meter persegi ini dipasang untuk meredam kebisingan serta menahan debu agar tidak menyebar ke lingkungan sekitar. Pemasangan kubah disebut sebagai upaya untuk mengurangi gangguan dari aktivitas pembangunan di tengah kawasan perkotaan yang padat.
Kubah tiup ini dibangun dengan material poliester berlapis PVDF yang dikenal tahan lama. Untuk menjaga stabilitasnya, dipasang empat kipas besar yang menjaga tekanan udara tetap seimbang. Teknologi tekanan negatif diterapkan agar udara kotor tetap tertahan di dalam, sementara sistem filtrasi membantu menjaga kualitas udara. Desain kubah juga dilengkapi panel transparan yang memungkinkan cahaya alami masuk, sehingga kondisi kerja bagi para pekerja tetap terang meski berada dalam ruang tertutup.
Sejumlah media internasional melaporkan bahwa kubah di Jinan ini dinyatakan sebagai yang terbesar di dunia, dengan nilai proyek mencapai sekitar 50 juta dolar AS. Selain berfungsi sebagai peredam debu dan kebisingan, struktur sementara ini juga dirancang agar mudah dipasang dan dibongkar kembali setelah konstruksi selesai. Dengan sistem modular tersebut, kubah dapat digunakan kembali untuk proyek lain jika diperlukan.
Informasi mengenai proyek ini pertama kali diumumkan oleh Mao Ning, juru bicara Kementerian Luar Negeri China, melalui unggahan di media sosial. Setelah itu, keberadaan kubah raksasa tersebut ramai diberitakan oleh berbagai media lokal maupun internasional. Inovasi ini pun menambah daftar teknologi baru yang diterapkan untuk meminimalkan dampak dari kegiatan pembangunan, khususnya di kawasan perkotaan yang rentan terhadap polusi suara dan udara.



