Dalam kunjungan kenegaraan ke Rusia, Presiden Indonesia Prabowo Subianto bertemu Presiden Vladimir Putin dan menyepakati sejumlah kerja sama strategis, termasuk pengembangan energi nuklir di Indonesia. Rusia, melalui perusahaan nuklirnya Rosatom, menyatakan siap mendukung pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) skala kecil berkapasitas 500 megawatt yang ditargetkan mulai beroperasi pada 2032. Kerja sama ini mencakup juga pelatihan tenaga ahli dan pemanfaatan teknologi untuk kepentingan damai.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya Indonesia mencari alternatif energi yang lebih bersih dan berkelanjutan di tengah ketergantungan pada bahan bakar fosil. Selain sektor kelistrikan, Rusia juga menawarkan bantuan pengembangan teknologi nuklir untuk bidang kesehatan dan pertanian. Menurut laporan Kompas, Putin menegaskan bahwa Rusia tidak hanya tertarik pada pembangunan fisik, tetapi juga pada peningkatan kapasitas manusia Indonesia di bidang teknologi tinggi.
Saat ini, Indonesia dan Rusia tengah mematangkan studi kelayakan (feasibility study) sebagai langkah awal menuju pembangunan PLTN pertama di Indonesia. Pemerintah menargetkan penggunaan teknologi Small Modular Reactor (SMR), yang dinilai lebih aman dan fleksibel untuk diterapkan di berbagai wilayah. Jika berhasil, kerja sama ini akan menjadi tonggak penting dalam diversifikasi energi nasional dan kerja sama strategis antara dua negara.
#ViralIndonesia #BeritaHariIni #BeritaTerkini #BeritaInternasional #fyp #EnergiNuklir #IndonesiaRusia #CekFakta #Trending #information #info #ar_wow



