Indonesia menjalin kerja sama dengan Rusia untuk membangun fasilitas peluncuran roket (spaceport) di Pulau Biak, Papua. Kolaborasi ini melibatkan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama lembaga antariksa Rusia, dengan fokus pada pengembangan infrastruktur peluncuran, pengoperasian fasilitas, serta penguatan teknologi antariksa.
Pembangunan spaceport ini merupakan bagian dari upaya Indonesia dalam mengembangkan kemampuan di sektor antariksa. Kerja sama tersebut juga mencakup transfer teknologi serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia, guna mendukung penguasaan teknologi peluncuran roket secara bertahap.
Pulau Biak dipilih sebagai lokasi proyek karena memiliki posisi geografis yang strategis. Letaknya yang dekat dengan garis khatulistiwa memungkinkan peluncuran roket dilakukan dengan lebih efisien dari segi penggunaan bahan bakar. Selain itu, arah peluncuran yang menghadap Samudra Pasifik dinilai lebih aman untuk jalur lintasan roket.
Selain faktor teknis, lokasi Biak juga dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai pusat peluncuran satelit di kawasan regional. Hal ini membuka peluang bagi Indonesia untuk berperan lebih aktif dalam industri antariksa global, khususnya di Asia Tenggara.
Melalui proyek ini, Indonesia menargetkan peningkatan kemampuan dalam meluncurkan satelit secara mandiri di masa mendatang. Rencana pengembangan juga mencakup penguatan ekosistem industri antariksa nasional yang terintegrasi, mulai dari riset, manufaktur, hingga operasional peluncuran.
Saat ini, proyek pembangunan fasilitas peluncuran roket di Biak masih berada pada tahap perencanaan dan pengembangan kerja sama. Tahapan selanjutnya akan mencakup pembahasan teknis, regulasi, serta kesiapan infrastruktur sebelum memasuki fase konstruksi.
#Indonesia #Rusia #infoterkini #beritaterkini #ar_wow



