Sebuah kapal kargo berbendera Thailand, Mayuree Naree, dilaporkan terkena serangan saat melintas di Selat Hormuz pada 11 Maret 2026. Insiden tersebut terjadi ketika kapal sedang melakukan pelayaran dari Pelabuhan Khalifa di Uni Emirat Arab menuju Kandla di India.
Menurut laporan awal, kapal bulk carrier tersebut terkena dua proyektil yang menyebabkan ledakan di bagian belakang kapal. Ledakan itu memicu kebakaran di area ruang mesin.
Kapal tersebut membawa 23 awak. Sebanyak 20 awak berhasil diselamatkan oleh otoritas maritim Oman dan dievakuasi ke wilayah Khasab. Sementara itu, tiga awak lainnya dilaporkan belum ditemukan pada saat laporan awal dirilis.
Pada hari yang sama, dua kapal dagang lain juga dilaporkan mengalami serangan di wilayah Selat Hormuz. Kedua kapal tersebut adalah kapal kontainer ONE Majesty dan kapal bulk carrier Star Gwyneth. Kedua kapal dilaporkan mengalami kerusakan, namun tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.
Laporan menyebutkan bahwa serangan terhadap kapal-kapal tersebut dikaitkan dengan pasukan Garda Revolusi Iran (IRGC). Serangan terjadi di tengah meningkatnya ketegangan keamanan di kawasan Teluk.
Selat Hormuz merupakan salah satu jalur pelayaran internasional yang sangat penting bagi perdagangan global, khususnya pengiriman energi dan barang melalui kawasan Timur Tengah.
#Hormuz #Iran #beritaterkini #infoterkini #ar_wow



