Latvia mencatat ketimpangan jumlah penduduk berdasarkan gender. Data resmi menunjukkan perempuan mencakup sekitar 53–54% dari total populasi, sedangkan laki-laki berada di kisaran 46–47%. Ketimpangan ini menjadi sorotan karena berdampak pada struktur demografi dan sosial negara tersebut.
Ketimpangan gender paling terlihat pada kelompok usia lanjut. Pada usia muda hingga produktif, jumlah laki-laki dan perempuan relatif seimbang. Namun, mulai usia 65 tahun ke atas, jumlah perempuan meningkat signifikan dibanding laki-laki.
Faktor utama yang memengaruhi perbedaan ini adalah angka harapan hidup. Perempuan di Latvia cenderung memiliki harapan hidup lebih tinggi dibanding laki-laki. Sementara itu, tingkat mortalitas laki-laki lebih tinggi akibat berbagai faktor kesehatan dan gaya hidup.
Selain itu, migrasi juga berperan dalam ketimpangan gender. Laki-laki cenderung lebih banyak meninggalkan negara untuk bekerja atau studi di luar negeri, sehingga memengaruhi rasio gender di dalam negeri. Kondisi ekonomi dan sosial turut memengaruhi distribusi populasi ini.
Fenomena ketimpangan gender serupa juga tercatat di beberapa negara Eropa Timur lainnya. Data ini menjadi dasar bagi pemerintah dan lembaga penelitian dalam memahami dinamika penduduk serta merencanakan kebijakan sosial dan ekonomi yang sesuai.
#Latvia #Demografi #beritaterkini #infoviral #ar_wow



