Kamar Dagang China di Indonesia atau China Chamber of Commerce in Indonesia (CCCI) melayangkan surat kepada Presiden Prabowo Subianto terkait kondisi iklim investasi di Indonesia. Surat tersebut diterima pada 12 Mei dan berisi sejumlah keluhan mengenai hambatan regulasi serta persoalan yang disebut memengaruhi operasional perusahaan asal China di Tanah Air.
Dalam surat itu, CCCI menyoroti sejumlah kendala yang dinilai berdampak pada aktivitas investasi perusahaan asing di Indonesia. Mereka menyebut berbagai persoalan tersebut berkaitan dengan kepastian hukum, kebijakan industri, hingga proses operasional di lapangan.
Salah satu poin yang disoroti ialah dugaan praktik korupsi, pungutan, dan pemerasan oleh sejumlah oknum maupun mitra bisnis tertentu. Selain itu, CCCI juga menyinggung penegakan hukum yang disebut berlebihan terhadap beberapa perusahaan asal China yang beroperasi di Indonesia.
CCCI turut menyampaikan keluhan terkait sejumlah kebijakan seperti regulasi investasi, kuota industri nikel, hingga aturan Devisa Hasil Ekspor (DHE). Menurut isi surat tersebut, berbagai kebijakan itu disebut memberikan tantangan tambahan bagi perusahaan asal China dalam menjalankan kegiatan usaha di Indonesia.
Meski menyampaikan berbagai keluhan, CCCI menyatakan tetap berkomitmen mendukung pembangunan dan investasi di Indonesia, termasuk dalam penciptaan lapangan kerja. Mereka juga meminta pemerintah melakukan evaluasi terhadap berbagai persoalan yang disampaikan demi menjaga hubungan kerja sama ekonomi antara Indonesia dan China.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Wakil Kepala BKPM Todotua Pasaribu mengatakan pemerintah akan mempelajari masukan yang diberikan oleh investor. Pemerintah disebut terus berupaya menjaga iklim investasi agar tetap kondusif bagi investor domestik maupun asing.
#Prabowo #China #infoterkini #beritaterkini #ar_wow



