Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) mengusulkan penggunaan teknologi biometrik dalam penyaluran gas LPG 3 kg bersubsidi. Usulan ini mencakup verifikasi identitas pembeli melalui sidik jari atau pemindaian retina mata guna memastikan distribusi berjalan lebih terkontrol.
Ketua Badan Anggaran DPR, Said Abdullah, menyampaikan bahwa langkah ini diperlukan untuk meningkatkan akurasi data penerima subsidi. Dengan sistem verifikasi yang lebih ketat, pemerintah diharapkan dapat memastikan bahwa LPG 3 kg hanya diakses oleh masyarakat yang benar-benar berhak.
Saat ini, jumlah penerima subsidi LPG tercatat sekitar 8,6 juta orang. Namun, DPR memperkirakan angka tersebut dapat ditekan menjadi sekitar 5,4 juta penerima apabila dilakukan pemutakhiran data melalui sistem identifikasi yang lebih akurat.
Penerapan teknologi biometrik juga dinilai dapat membantu mengurangi potensi penyalahgunaan dalam distribusi LPG bersubsidi. Sistem ini memungkinkan proses pencatatan yang lebih transparan serta mempermudah pengawasan terhadap penyaluran gas di berbagai daerah.
Selain itu, langkah ini diharapkan dapat mendukung efisiensi anggaran negara. Dengan distribusi yang lebih tepat sasaran, alokasi subsidi energi dapat dikelola secara lebih efektif dan terukur sesuai dengan kebutuhan masyarakat penerima manfaat.
#DPRRI #LPG #infoterkini #beritaterkini #ar_wow



