Sebanyak 25 orang yang terdiri dari 24 siswa dan 1 guru di SDN 12 Benua Kayong, Ketapang, Kalimantan Barat, dilaporkan mengalami gejala mual, pusing, hingga muntah usai menyantap ikan hiu goreng. Menu tersebut disajikan dalam program Makanan Bergizi (MBG) di sekolah.
Kejadian ini sempat menimbulkan kepanikan di lingkungan sekolah karena sejumlah siswa harus mendapatkan penanganan medis. Aktivitas belajar mengajar pun terganggu sementara waktu hingga kondisi para siswa berangsur pulih.
Pihak Dinas Kesehatan Ketapang langsung turun tangan melakukan penelusuran. Petugas mengambil sampel makanan yang dikonsumsi untuk diperiksa lebih lanjut di laboratorium. Pemeriksaan ini dilakukan guna memastikan penyebab utama munculnya gejala yang dialami siswa dan guru. Hingga kini, hasil uji laboratorium resmi masih menunggu diumumkan.
Kepala Dinas Kesehatan setempat menyatakan bahwa penyelidikan menyeluruh diperlukan agar kasus serupa tidak terulang. Selain itu, pihak sekolah dan penyelenggara program MBG diminta meningkatkan pengawasan dalam pemilihan bahan makanan yang akan disajikan kepada siswa.
Dalam laporan medis, ikan hiu diketahui dapat mengandung merkuri dalam kadar tinggi. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menjelaskan bahwa paparan merkuri berisiko mengganggu kesehatan, terutama pada anak-anak yang lebih rentan terhadap zat berbahaya. Faktor inilah yang kini turut menjadi perhatian dalam proses penyelidikan di Ketapang.
Kasus dugaan keracunan massal ini menambah daftar peristiwa yang mendorong evaluasi terhadap program makanan bergizi di sekolah. Pemerintah daerah bersama pihak terkait diharapkan segera menuntaskan investigasi agar kepastian penyebab kejadian dapat diketahui dan langkah pencegahan ke depan bisa dilakukan secara lebih ketat.
#MBG #KalimantanBarat #BeritaTerkini #infoterkini #beritaviral #infoviral #informasi #ar_wow



