Sebaran asap dan abu vulkanik akibat aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau dilaporkan bergerak mengarah ke Samudra Hindia. Pergerakan kolom abu tersebut dipengaruhi oleh dorongan angin kencang yang bertiup di sekitar wilayah Selat Sunda.
Arah hembusan angin yang membawa material vulkanik menuju perairan terbuka Samudra Hindia dinilai mengurangi risiko dampak paparan hujan abu pekat secara langsung di pulau-pulau berpenghuni sekitarnya, seperti wilayah pesisir Banten dan Lampung. Meski demikian, pihak berwenang mengimbau masyarakat serta nelayan untuk tetap waspada dan mematuhi zona aman radius bahaya yang telah ditetapkan.
Petugas pemantau aktivitas gunung api mengingatkan bahwa perubahan arah angin dapat terjadi sewaktu-waktu tergantung kondisi iklim lokal. Oleh karena itu, pasokan alat pelindung diri seperti masker tetap diprioritaskan bagi warga di sekitar kawasan pesisir guna mengantisipasi potensi perubahan pergerakan abu vulkanik.



