Sebuah kisah kemanusiaan datang dari Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, di mana seorang dokter mengizinkan pasiennya membayar biaya pengobatan dengan barang-barang non-tunai, seperti beras, hasil bumi, hingga botol plastik bekas. Praktik pengobatan unik ini telah dijalankan secara konsisten selama kurang lebih 17 tahun.
Dalam menjalankan pelayanannya, dokter tersebut menerapkan sistem yang ia sebut sebagai “ijab kabul”. Melalui pendekatan ini, pasien dan dokter saling berkomunikasi secara terbuka serta jujur mengenai kondisi keuangan sebelum tindakan medis dan pemberian obat dilakukan. Kesepakatan berbasis keikhlasan ini dibuat agar pasien tidak merasa terbebani oleh biaya kesehatan.
Alasan utama di balik penerapan sistem ini adalah keprihatinan terhadap kondisi ekonomi warga sekitar, yang sebagian besar merupakan buruh tani atau masyarakat berpenghasilan tidak tetap. Banyak di antara mereka yang enggan berobat atau menunda perawatan medis karena terkendala masalah biaya.
Barang-barang atau bahan makanan yang diterima dari pasien kemudian diolah, dimanfaatkan kembali, atau disalurkan kepada warga lain yang lebih membutuhkan. Prinsip utama yang dipegang teguh selama belasan tahun ini adalah memastikan setiap warga, tanpa memandang latar belakang ekonomi, tetap mendapatkan hak dan akses pelayanan kesehatan yang layak.
Keberadaan praktik dokter ini mendapat respon positif dari warga setempat dan menjadi wujud nyata pelayanan kesehatan berbasis keadilan sosial serta rasa kemanusiaan di daerah tersebut.
Baca Berita Lainnya Hanya Di arWoWindo
#DokterCianjur #PelayananKesehatan #KisahInspiratif #Cianjur #IjabKabulMedis #AksiKemanusiaan #BeritaJawaBarat #tvOneNews



