Sebuah tren perlindungan kulit unik tengah menjadi viral di berbagai platform media sosial di China. Sejumlah warga, khususnya generasi muda, ramai-ramai memanfaatkan daun teratai berukuran besar sebagai topeng alami untuk melindungi wajah dari paparan langsung sinar matahari musim panas, menggantikan penggunaan tabir surya (sunscreen) konvensional.
Dalam video dan foto yang beredar luas, para pengguna tren ini melubangi bagian mata dan hidung pada helai daun teratai segar sebelum mengenakannya di wajah layaknya topeng. Ukuran daun teratai yang lebar dinilai mampu menutupi seluruh area wajah hingga leher secara efektif dari sengatan terik matahari saat beraktivitas di luar ruangan.
Masyarakat yang mempraktikkan metode ini menyebutkan bahwa daun teratai memberikan sensasi dingin dan menyegarkan pada kulit di tengah suhu udara yang tinggi. Tren ini awalnya bermula dari kawasan pedesaan dan tempat wisata danau, sebelum akhirnya menyebar ke area perkotaan sebagai bentuk keseruan dan alternatif ramah lingkungan.
Kendati tren ini populer karena dianggap praktis dan ekonomis, beberapa ahli kulit di platform lokal memberikan catatan bahwa daun teratai segar tidak mengandung senyawa penahan sinar UV seperti yang ada pada produk kosmetik medis. Oleh karena itu, penggunaan daun ini lebih berfungsi sebagai pelindung fisik (physical barrier) dari bayangan, mirip seperti fungsi payung atau topi.
#TrenChina #DaunTeratai #SunscreenAlami #ViralSosmed #GayaHidup #MusimPanas #BeritaUnik



