Seorang fotografer bernama Miles Astray resmi didiskualifikasi dari kompetisi internasional 1839 Awards setelah karyanya yang dikirimkan pada kategori kecerdasan buatan (AI) terbukti merupakan foto asli. Keputusan tersebut diambil penyelenggara pada pertengahan Juni 2024 guna menjaga integritas dan keadilan kompetisi setelah karya berjudul “Flamingone” itu sempat meraih penghargaan.
Kronologi Aksi Protes Kreatif
Miles Astray sengaja mengirimkan foto seekor burung flamingo yang dipotretnya menggunakan kamera Nikon D750 ke dalam kategori AI untuk membuktikan sebuah poin krusial. Ia ingin menunjukkan bahwa karya yang dihasilkan oleh sentuhan manusia, kreativitas, dan emosi masih memiliki relevansi tinggi serta mampu mengungguli algoritma mesin.
Langkah ini ia ambil menyusul maraknya fenomena di mana foto-foto hasil olahan AI justru memenangkan kompetisi fotografi tradisional. Melalui eksperimennya, Astray berhasil menipu para juri yang tidak menyadari bahwa gambar flamingo surealis tersebut merupakan hasil jepretan kamera konvensional, bukan simulasi AI.
Respon Penyelenggara dan Batasan Etika
Meskipun memahami pesan filosofis di balik aksi Astray, pihak 1839 Awards tetap mengambil tindakan tegas berupa diskualifikasi untuk mematuhi aturan kategori yang telah ditetapkan. Penyelenggara menegaskan bahwa keputusan tersebut diperlukan agar tidak menghalangi seniman AI lainnya yang berkompetisi secara sah sesuai persyaratan teknis yang berlaku.
Kasus ini menjadi cerminan perdebatan yang lebih luas mengenai pergeseran tren di industri kreatif global. Insiden serupa sebelumnya juga pernah terjadi pada ajang Sony World Photography Awards (SWPA), yang mendorong perlunya diskusi terbuka mengenai batasan etika antara karya fotografi tradisional dan gambar berbasis kecerdasan buatan.
#BeritaTeknologi #Fotografi #ArtificialIntelligence #AI #MilesAstray #1839Awards #BeritaViral #Kreativitas



