Badan Gizi Nasional (BGN) tengah menyiapkan penyesuaian skema pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan memanfaatkan kantin sekolah sebagai salah satu sarana utama penyediaan makanan bagi peserta didik. Langkah ini merupakan bagian dari evaluasi pelaksanaan program yang bertujuan meningkatkan efisiensi penggunaan anggaran negara.
Dalam skema yang sedang dikaji, pelaksanaan MBG tidak lagi hanya bergantung pada pembangunan dapur baru atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). BGN mempertimbangkan penggunaan fasilitas yang sudah tersedia, seperti kantin sekolah, dapur umum, dan dapur komunitas, untuk mendukung distribusi makanan bergizi secara lebih luas.
Kepala BGN menyampaikan bahwa pendekatan ini diharapkan dapat menekan biaya operasional sekaligus memaksimalkan infrastruktur yang telah ada di berbagai daerah. Terutama di wilayah dengan jumlah penerima manfaat yang tidak terlalu besar, pemanfaatan fasilitas eksisting dinilai lebih efisien dibanding pembangunan fasilitas baru.
Selain efisiensi anggaran, strategi ini juga diarahkan untuk memperluas jangkauan program hingga ke wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Dengan memanfaatkan fasilitas lokal, pemerintah berharap pelaksanaan program dapat berjalan lebih fleksibel sesuai kondisi masing-masing daerah.
BGN menegaskan bahwa fokus utama program MBG tetap pada pemenuhan kebutuhan gizi peserta didik dan kelompok penerima manfaat lainnya. Saat ini, rencana tersebut masih dalam tahap kajian dan penyesuaian teknis sebelum diterapkan secara lebih luas di lapangan.
#BGN #MBG #beritaterkini #infoterkini #ar_wow



