Sejumlah negara Eropa dilaporkan menolak usulan Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk ikut terlibat dalam operasi militer di Selat Hormuz. Penolakan ini datang dari beberapa sekutu utama seperti Inggris, Prancis, Jerman, dan Italia yang memilih tidak mengirimkan kekuatan militer ke kawasan tersebut.
Pemerintah negara-negara Eropa menegaskan bahwa konflik yang terjadi tidak secara langsung berkaitan dengan kepentingan mereka. Selain itu, keterlibatan militer dinilai berpotensi memperluas eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah. Uni Eropa pun menyatakan lebih mengedepankan pendekatan diplomasi untuk meredakan ketegangan.
Presiden Emmanuel Macron menjadi salah satu pemimpin yang secara tegas menyatakan penolakan. Ia menegaskan bahwa Prancis tidak akan ambil bagian dalam operasi militer untuk membuka akses Selat Hormuz selama konflik masih berlangsung. Pernyataan ini sejalan dengan sikap sejumlah negara Eropa lainnya.
Sementara itu, aliansi NATO juga menegaskan bahwa perannya bersifat defensif dan bukan untuk mendukung operasi militer sepihak. NATO tidak memiliki mandat untuk terlibat dalam operasi yang tidak disepakati bersama oleh seluruh anggota.
Ketegangan di kawasan meningkat seiring dengan peran Iran yang dilaporkan mengganggu jalur pelayaran di Selat Hormuz. Wilayah ini merupakan salah satu jalur distribusi minyak paling penting di dunia, sehingga gangguan di kawasan tersebut berdampak langsung pada stabilitas energi global.
Menanggapi penolakan tersebut, Presiden Donald Trump mengkritik sikap sekutu Eropa dan menyebutnya sebagai kesalahan besar. Ia sebelumnya meminta dukungan untuk mengamankan jalur strategis tersebut guna menjaga kelancaran distribusi energi internasional.
#SelatHormuz #Eropa #beritaterkini #infoterkini #ar_wow



