Misteri mengenai keberadaan Bahtera Nuh di kawasan Gunung Ararat, Turki, kembali menyedot perhatian dunia sains usai tim peneliti internasional merilis temuan terbarunya. Melalui teknologi pemindaian radar tembus tanah (Ground Penetrating Radar) dan pengeboran sampel di Formasi Durupınar, para ahli menemukan pola struktur bawah tanah berpola simetris yang mengindikasikan adanya material buatan manusia (man-made structure).
Hasil survei geofisika tersebut menunjukkan adanya sudut-sudut siku-siku yang tidak biasa, lorong paralel, hingga rongga berbentuk ruangan di kedalaman tertentu yang sulit terbentuk secara geologis murni. Selain itu, sampel tanah yang diambil dari dalam formasi mencatatkan kandungan karbon organik hingga 40 persen lebih tinggi dibanding area sekitarnya, yang memperkuat dugaan adanya sisa-sisa pelapukan kayu atau bahan organik purba.
Kendati indikasi awal mengarah pada struktur atau objek buatan manusia, tim peneliti menekankan bahwa analisis laboratorium dan penanggalan karbon (radiocarbon dating) masih terus berjalan secara intensif. Tahapan verifikasi mutlak diperlukan untuk memastikan keakuratan data sebelum menarik kesimpulan akhir.
Pembuktian ilmiah secara menyeluruh dijadwalkan terbit dalam laporan resmi mendatang guna mengonfirmasi apakah situs bersejarah sepanjang 157 meter tersebut murni fenomena alam atau benar-benar peninggalan kapal purba. Temuan ini diharapkan dapat memberikan kejelasan ilmiah bagi sejarah arkeologi dunia.
Baca Berita Lainnya Hanya di arwowindonesia
#BahteraNuh #ArkeologiTurki #GunungArarat #SainsDanAlam #SitusPurba #BeritaInternasional #RisetSains #ar_wow



